• PERPUSTAKAAN WIJAYA BHAKTI

    Selamat datang di website Perpustakaan Wijaya Bhakti SMA Negeri 1 Sewon. Pada website ini Anda dapat mengetahui profil, jenis-jenis layanan, dan katalog online (OPAC) di Perpustakaan Wijaya Bhakti.
  • SMA NEGERI 1 SEWON

    Silakan sampaikan kritik dan saran Anda yang bersifat membangun melalui kolom komentar dan sosial media perpustakaan demi kemajuan Perpustakaan Wijaya Bhakti.
  • NPP : 3402151E1000001

    Terima kasih atas kunjungan Anda. Kami berharap dengan adanya website ini dapat memberikan manfaat bagi Anda.
  • GITERA WIBHA

    Pegiat Literasi Remaja Wijaya Bhakti (GITERA WIBHA) merupakan partner perpustakaan wijaya bhakti sebagai wadah siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang literasi.

Minggu, 10 September 2023

Tower Bridge: Ikon Megah Kota London


Tower Bridge merupakan jembatan yang membentang di atas Sungai Thames London, Inggris. Jembatan ini yang menggabungkan antara dua desain jembatan yaitu bawah dan gantung. Dan letaknya yang berdekatan dengan London Tower sehingga membuat jembatan ini diberi nama Tower Bridge. Jembatan ini juga berhenti didirikan pada tahun 1894, yang merupakan salah satu ikon Kota London.

Tower Bridge atau Jembatan Menara adalah salah satu jembatan yang dimiliki dan juga dikelola oleh Bridge House Estates, sebuah lembaga amal dari City of London Corporation.

Sejarah Tentang Tower Bridge

Jembatan ini dibuat antara tahun 1886 dan 1894, tujuan dari jembatan ini adalah untuk memudahkan lalu lintas jalan dan pejalan kaki untuk mempertahankan pintu masuk ke bagian tengah sungai Thames. Jembatan kaku yang legendaris tingkat pengadilan tidak dapat dibuat karena akan bertindak sebagai penghalang jalan untuk kapal tinggi. Dan pada tahun 1876, ada perlombaan desain jembatan, yang akhirnya, jembatan bascule terpilih. Pembangunan ini dimulai pada tahun 1886 dan diperpanjang hingga delapan tahun bertujuan memberikan penyelesaian akhir.

Sepasang menara pada jembatan yang dibangun di atas dermaga mungkin merupakan perspektif Jembatan yang paling berbeda. Jalur layang pada tengah menara baru adanya untuk umum pada tahun 1982 dengan mengusung konsep Pameran Tower Bridge. Pameran ini membawa wisatawan kepada seluruh sejarah Tower Bridge dan ruang-ruang mesin bergaya Victoria yang awalnya memberdayakan peninggian jembatan. Dan pada tahun 1974, mekanisme dari operasi utama sebagian besar tergantikan oleh sistem elektro-hidrolik.

Pengangkatan jembatan ini tidak seperti sesuatu yang dioperasikan sebagai rasa ingin tahu. Sesuai dari Undang-Undang Korporasi London 1885, Korporasi Kota London diperlukan untuk membangung jembatan bagi kapal yang terdaftar dengan suprastruktur atau tiang yang setinggi tiga puluh kaki atau lebih.

Fakta Tower Bridge

Tower Bridge yang terlihat megah ini adalah tempat dengan banyak kejadian dan perubahan yang telah ada pada arsitektur dan pondasi. Untuk mengatasi masalah tersebut dalam ke dalam kejadian kehidupan sehari-hari. Daftar fakta dari Tower Bridge sangat banyak sekali, tetapi kami sekarang akan memberikan informasi fakta yang mungkin belum  kamu dengar.

1. London Bridge bukanlah nama aslinya

Terdapat banyak kesalahpahaman umum terhadap bangunan yang terdiri dari jembatan dan menara itu London Bridge. Dalam beberapa sumber bahwa nama bangunan ini sebenarnya adalah Tower Bridge. Dan dalam beberapa sumber lainnya mengatakan nama bangunan ini adalah Tower of London. Tetapi, orang-orang lebih mengenal bangunan ini dengan nama London Bridge.

2. Awalnya memiliki lebih 50 desain

Pada saat mengambil keputusan membangun jembatan, adanya kontes desain terlebih dahulu. Faktanya terdapat lebih dari 50 desain untuk membangun jembatan ini. Dan pada akhirnya, pada tahun 1884 desain oleh seorang arsitek, Sir Horace Jones, terpilih untuk membangun jembatan ini.

3. Ukuran dari jembatan (Tower Bridge)

Jembatan ini juga memiliki panjang sekitar 800 kaki atau sekitar 244 meter dengan dua menara masing-masing setinggi 213 kaki. Bangunan ini ada pada sebuah dermaga dengan rentang tengah sepanjang 200 kaki (61 meter).

Dan antara menara-menara tersebut, terbagi menjadi dua batang yang sama besarnya. Yang dapat menambah ke sudut 86 derajat untuk memungkinkan lalu lintas sungai lewat. Dari dua bagian ini namanya Bascules. Dan pada masing-masing beratnya lebih dari 1.000 ton.

4. Tempatnya wanita malam

Jalan setapak yang terdapat antara menara itu tempatnya wanita malam (pelacur) dan juga pencopet. Jalanan ini bisa terakses dengan tangga. Oleh karena itu, jalan ini jarang terlalui pejalan kaki biasa. Dan pada tahun 1910 jalan ini ditutup dan dibuka lagi pada tahun 1982 untuk pameran.

5. Pembukaan jembatan

Pada biasanya jembatan dibuka untuk lalu lintas kapal setidaknya sehari sekali. Tetapi jika kapal ingin lewat dan memutihkan jembatan terbuka, orang tersebut harus meminta izin terlebih dahulu.

6. Pelintas pada jembatan

Rupanya jembatan ini bisa lebih dari 40.000 orang yang lewat pada setiap harinya. Jembatan ini yang memotong Sungai Thames menjadi salah satu yang membantu untuk menghemat waktu. Selain itu juga, jembatan ini memiliki peraturan untuk menjaga integritas struktur pada bangunannya. Dari perusahaan Kota London telah memberlakukan pembatasan kecepatan 20 mil per jam, dengan batas berat 18 ton pada kendaraan.

7. Pembangunan pada era Victoria

Walaupun jembatan ini terlihat tua, pembangunan jembatan pada tahun 1886 puncak era Victoria. Bangunan ini yang terbuat dari baja dan terdiri dari dua menara yang ada pada dermaga. Dan pada dasarnya bangunan ini terbuat dari rangka baja yang berlapis batu, pada prinsip desain yang tidak berbeda dengan bangunan modern.


Referensi
https://mediamaz.co.id/fakta-dan-sejarah-tower-bridge-di-kota-london/
Share:

Big Ben: Lonceng Besar Ikon Negara Inggris

Big Ben adalah nama sebuah lonceng besar di tengah menara jam yang terletak di sebelah utara Istana Westminster, London, Britania Raya. Tetapi nama tersebut sering dipakai untuk menyebut menara jam itu secara menyeluruh. Secara resmi menara ini diberi nama Elizabeth Tower (Menara Elizabeth), bertepatan dengan pesta 60 tahun Ratu Elizabeth II memimpin Britania Raya dan Wilayah Persemakmuran. Big Ben selesai dibangun pada tahun 1858, dan pada tanggal 31 Mei 2009 menara ini tepat berusia 150 tahun.

Struktur

Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada malam 22 Oktober 1834. Menara ini tingginya 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. 61 meter (200 kaki) di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter (9 kaki), pada kedalaman 4 meter (13 kaki) di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah.

Karena berubahnya kondisi tanah sejak pembangunannya, Menara Big Ben sedikit miring ke barat laut kurang lebih 220 milimeter (8.66 inci), menara ini miring setiap tahun sebanyak beberapa milimeter ke arah timur dan barat dikarenakan efek thermal.

Jam

Muka jam

Jam ini sangat besar sehingga menara ini pernah dijadikan sebagai menara jam berwajah empat terbesar, tetapi rekor ini akhirnya dipegang oleh Menara jam Allen-Bradley di Milwaukee, Wisconsin. Namun, sang arsitek tidak memasang bel pada jam tersebut, sehingga Big Ben memegang rekor sebagai Menara jam empat sisi terbesar dengan lonceng.

Salah satu sisi Menara Jam Westminster. Garis pendek (jam) memiliki panjang 2.7 meter (9 kaki) dan garis panjang (menit) memiliki panjang 4.3 meter (14 kaki).

Jam dan lonceng Big Ben didesain oleh Augustus Pugin. Jam ini diletakan pada sebuah kerangka besi berukuran 7 meter (23 kaki), ditopang dengan 312 kepingan kaca opal, sehingga mirip seperti jendela berwarna. Beberapa keping gelas kemungkinan dibuang untuk pemeriksaan. Loncengnya dilapisi seluruhnya dengan emas.

Pada bagian bawah jam, di setiap sisi jam, terdapat tulisan:

DOMINE SALVAM FAC REGINAM NOSTRAM VICTORIAM PRIMAM

Tulisan tersebut diterjemahkan dalam bahasa Latin yang berarti "Oh Tuhan, lindungi Ratu Victoria yang Pertama"

Mekanisme

Jam ini terkenal karena ketepatannya. Pendesainnya adalah seorang pengacara dan horologis amatir Edmund Beckett Denison, dan George Airy, seorang Astronom Kerajaan. Jam ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854. Namun menara Big Ben belum selesai saat itu sampai tahun 1859.

Pepatah Inggris putting a penny on yang berarti memperlambat laju, muncul dari metode metode-substansi yang berasal dari pendulum jam. Di atas pendulum terdapat setumpuk koin penny, koin ini digunakan untuk mengubah waktu jam. Menambah atau mengurangi koin mengubah pusat gravitasi jam, sehingga waktu bertambah sebanyak 0.4 detik sehari.

Ketika Blitz London, Istana Westminster sempat dibom oleh Jerman, pada 10 Mei 1941, sebuah bom tiba-tiba menghancurkan dua dari empat muka jam dan sebagian dari atap menara dan menghancurkan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang lagi ruangan lima-lantai. Dua lantai yang diisi saat ini dengan ruangan lain pertama kali digunakan pada tanggal 26 Oktober 1950, jam ini masih berjalan, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz berakhir.


Share:

Brandenburger Tor: Gerbang Jerman Penuh Sejarah

Brandenburg Gate adalah pintu gerbang kota bertahan di Berlin yang juga merupakan simbol utama yang melambangkan penyatuan kembali Berlin Timur dan Barat. Gerbang masuk kota Brandenburg an der Havel, atau yang kerap disebut kota Brandenburg ini, dibangun pada abad ke-18.  Nama asli Gerbang Brandenburg adalah Friedenstor atau Gerbang Perdamaian. Gerbang ini berada paling barat kota Berlin dan memiliki sejarah yang panjang dan unik.

Gerbang Brandenburg merupakan monumen neoklasik yang dibangun atas perintah raja Prusia Friedrich Wilhelm II pada tahun 1764, setelah pemulihan ketertiban sementara selama Revolusi Batavia.  Menjadi pintu masuk monumental ke Unter den Linden, yang di sepanjang jalan utamanya ditumbuhi pepohonan linden yang mengarah langsung ke Istana Kota kerajaan para raja Prusia, yaitu Berlin City Palace.

Brandenburg Gate juga merupakan salah satu landmark paling terkenal di Jerman, yang terletak di sebelah barat alun-alun Pariser Platz, persimpangan Unter Den Linden serta Eberstasse.  Gerbang yang cukup unik ini, dibangun oleh arsitek Carl Gotthard Langhans, terinspirasi oleh pintu gerbang Akropolis di Athena Yunani.  Sebagai pelambang Brandenburg Gate, didirikanlah sebuah patung Quadriga, yaitu patung yang menggambarkan kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda yang dikendarai oleh dewi perdamaian Yunani bernama Eirene. Patung ini dibuat oleh pematung Johann Gottfrued Schadow pada tahun 1793.

Gerbang ini juga menjadi saksi peperanan seperti saat Napoleon menang perang memasuki Berlin pada tahun 1806.  Karena menang perang, Napoleon merampas Patung Quadriga ini dan dibawa ke Paris.  Namun, begitu berikutnya Napoleon mengalami kekalahan, Patung Quadriga ini pun kembali ditempatkan ke Berlin pada tahun 1814 dan didesain ulang oleh Karl Friedrich Schinkel menjadi lambang victoria, yaitu dewi kemenangan dengan memegang simbol salib dan elang Prusia.

Gerbang Brandenburg ini memang menyimpan banyak sejarah dan saksi berbagai kegiatan penting dalam sejarah Jerman. Disini juga pernah menjadi saksi, saat Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan berpidato, mendesak Presiden Uni Soviet untuk segera meruntuhkan Tembok Berlin guna menyatukan Jerman.

Saat ini, Brandenburg Gate menjadi salah satu spot penting yang wajib disambangi jika Traveler berkunjung ke Jerman.  Bahkan, seluruh wisatawan dari berbagai belahan dunia yang datang ke Jerman, pasti selalu berusaha menyempatkan diri berkunjung ke gerbang perdamaian ini.  Banyak keseruan yang di dapat selain berfoto bersama mengabadikan tempat ini.  Angkutan kendaraan kereta kuda yang zaman dahulu menjadi kendaraan operasional, di kawasan gerbang ini masih berkeliling membawa para wisatawan mengelilingi Bradenburg Gate.  Traveler juga dapat menikmati live music yang dibawakan oleh musisi jalanan, dan serunya lagi, masih banyak orang-orang yang berlalu lalang disana mengenakan seragam tentara Jerman.  Terasa sedang menciptakan nuansa era tempo dulu. 


Share:

Goethe-Institut

Logo Goethe-Institut

Goethe-Institut adalah institut kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktivitasnya ada di banyak negara. Goethe-Institut turut mengembangkan pengetahuan mengenai bahasa Jerman di luar Jerman dan memelihara kerjasama internasional dalam bidang budaya.

Goethe-Institut menerapkan standar yang diakui secara internasional dalam pengajaran “Deutsch als Fremdsprache” atau “Bahasa Jerman sebagai bahasa asing.” Goethe-Institut menyelenggarakan kursus bahasa, mengembangkan materi ajar, membina mereka yang sedang belajar, dan turut berpartisipasi dalam penelitian ilmiah dan inisiatif politik kebahasaan.

Goethe-Institut mendukung kerja sama kebudayaan antara lain dengan mengadakan acara budaya atau berpartisipasi dalam festival di bidang film, tari, musik, teater, pameran, sastra, dan penerjemahan.

Goethe-Intitut menyajikan gambaran aktual mengenai Jerman melalui perpustakaan dan pusat informasi; forum diskusi; aneka publikasi cetak, audio, dan video; serta program kunjungan, dan dengan demikian memfasilitasi wacana internasional mengenai tema-tema kunci yang berkembang dalam masyarakat yang semakin membaur berkat globalisasi.

Di Indonesia, Goethe-Intitut hadir dengan Goethe-Institut di Jakarta dan Bandung serta Goethe-Zentrum di Surabaya. Di samping itu, Goethe-Intitut juga menyelenggarakan berbagai program di kota-kota lain – termasuk di luar Jawa.

Goethe-Institut di Jakarta mengkoordinasi aktivitas di Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru.


Referensi:
Share:

RWTH Aachen University: Kampus BJ Habibie Menimba Ilmu


Sejarah  RWTH Aachen University

RWTH Aachen University merupakan universitas terbaik di Jerman yang memiliki fokus dalam riset teknologi. Berdasarkan RWTH Aachen, universitas ini menempati peringkat 165 World University Ranking dan peringkat 30 dunia bidang engineering and technology.  Kampus ini didirikan pada tahun 1870 dengan nama  nama Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (Sekolah Teknik Rhein-Westfalen). 

Pada tahun 1880, statusnya berubah menjadi “universitas teknik” dan namanya disingkat menjadi RWTH hingga sekarang disebut sebagai RWTH Aachen University. Hingga saat ini terdapat sekitar 27.000 mahasiswa prasarjana dan 3.000 mahasiswa pascasarjana. RWTH Aachen University merupakansalah satu universitas negeri teknologi terbesar di Jerman dan terkenal di Eropa, tidak heran sering disebut sebagai MIT-nya Eropa.

Jurusan di RWTH Aachen University

Terdapat 9 fakultas, 260 institut, 22 bidang penelitian khusus, dan 39 program pascasarjana di RWTH Aachen–15 diantaranya adalah sekolah pascasarjana. Berikut beberapa jurusan yang ada di RWTH Aachen University. 

  • BS in Industrial Engineering specialization in Civil Engineering
  • BS in Psychology
  • BS in Biology
  • MSc in Business Administration and Engineering (Mechanical Engineering)
  • BS in Applied Geography
  • BS in Civil Engineering
  • BS in Applied Geosciences
  • MS in Applied Geography
  • BS in Computer Science
  • MS in Biology

Alumni Penting dari RWTH Aachen University

RWTH Aachen University semakin dikenal masyarakat luas  karena reputasi alumninya yang hebat. Bahkan salah satu alumni terkenalnya, merupakan Presiden RI ketiga.

1. Bacharuddin Jusuf Habibie

Merupakan Presiden Republik Indonesia ketiga.  BJ Habibie dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia, sosok yang terkenal dibalik pembuatan peswat N250 Gatotkaca yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN).

2. Karl Wilhelm Lauterbach 

Ilmuwan, dokter, dan politikus Jerman dari Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD), yang menjadi Menteri Kesehatan Federal sejak 8 Desember 2021. Ia adalah Profesor Ekonomi Kesehatan dan Epidemiologi di Universitas Cologne. 

Karl Wilhelm Lauterbach telah menjadi anggota Bundestag Jerman sejak pemilihan federal pada tahun 2005. Selama pandemi COVID-19, Karl Wilhelm Lauterbach terkenal menjadi pakar tamu dalam acara bincang televisi dan mendiskusikan topik pandemi melalui Twitter pribadinya.  

3. Eike Fuhrken Batista da Silva 

Seorang pengusaha Brasil-Jerman yang telah menghasilkan di industri pertambangan, minyak dan gas. Ia terlibat dalam upaya memajukan infrastruktur Brasil dengan proyek-proyek penting, seperti Porto do Açu yang kemudian membuat perusahaannya bangkrut. 

4. Necmettin Erbakan

Necmettin Erbakan adalah seorang politisi, insinyur, dan akademisi Turki yang menjabat sebagai Perdana Menteri Turki dari tahun 1996 hingga 1997. 


Share:

Sabtu, 09 September 2023

Angkatan Sastra Indonesia: Tokoh dan Karya Seni Bahasa


Angkatan Pujangga Lama

Angkatan Pujangga Lama adalah angkatan sastra yang berkembang sebelum tahun 1920. Karya dari angkatan Pujangga Lama biasanya berisi nasehat, yang ditulis dalam bahasa Melayu, atau bahasa lain dari bangsa yang datang dan memberi pengaruh di Nusantara, seperti Arab, Tamil atau Sansekerta. Karya terkenal dari angkatan ini diantaranya: “Bustan Al Salatin”, “Gurindam Dua Belas” dan “Syair Perahu”.

Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Balai Pustaka adalah angkatan yang berkembang di periode 1920-an. Balai Pustaka sendiri awalnya adalah kantor penyedia bacaan rakyat yang dibentuk Belanda. Karya yang dihasilkan dari angkatan Balai Pustaka biasanya berisi tentang situasi sosial yang ada di masyarakat, seperti perjodohan. Karya terkenal dari angkatan ini diantaranya: “Siti Nurbaya” dan “Azab dan Sengsara”

Angkatan Pujangga Baru

Angkatan Pujangga Baru lahir dengan terbitnya majalah Poedjangga Baroe pada tahun 1933. Karya sastra pada angkatan Pujangga Baru mulai menyinggung mengenai masalah nasionalisme dan kesadaran berbangsa, disamping tema emansipasi dan pilihan individu. Karya terkenal dari angkatan Pujangga Baru diantaranya: “Belenggu”, “Layar Terkembang” dan “Manusia Baru”.

Angkatan 45

Angkatan selanjutnya adalah angkatan yang terkenal dari periode sastra di Indonesia, yakni angkatan 45. Karya dari angkatan 45 sarat akan suara perjuangan, lantang menyampaikan kritik akan ketidakadilan yang dialami rakyat, dari persoalan sosial dan politik. Angkatan 45 bisa dikatakan sebagai pejuang yang berperang melalui tulisan mereka. Tokoh terkenal dari angkatan ini di antaranya: Chairil Anwar, Usmar Ismail, Asrul Sani dan Pramoedya Ananta Toer.

Angkatan 66

Angkatan 66 lahir pada saat situasi politik di Indonesia sedang penuh gejolak, serta maraknya penyalahgunaan kekuasaan pada periode 1960-1970, yang turut mengakibatkan polarisasi karya sastra pada masa itu. Karya pada angkatan 66 banyak membahas kritik dari situasi politik dan kehidupan sosial masyarakat. Tokoh terkenal dari angkatan 66 ini diantaranya: Taufik Ismail, Putu WIjaya dan W.S. Rendra.

Angkatan 80

Angkatan sastra 80 berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru pada 1980. Karya sastra pada masa ini mendapat pengawasan ketat dari pemerintah untuk menjaga situasi kondusif di masyarakat. Karya sastra angkatan 80 membahas romansa dan kisah kehidupan sehari-hari. Pada angkatan 80 juga, karya sastra banyak menghadirkan tokoh utama perempuan. Tokoh terkenal dari angkatan sastra 80 diantaranya: Mira Widjaja, Nh. Dini, dan Marga T.

Angkatan Reformasi

Angkatan sastra yang paling muda ini berkembang setelah reformasi tahun 1998. Karya sastra dari angkatan reformasi sudah menggunakan latar kehidupan di masa modern dan ditulis dengan bahasa sehari-hari. Angkatan Reformasi banyak memunculkan sastrawan perempuan, sehingga mengimbangi sastrawan laki-laki. Tokoh terkenal dari angkatan sastra reformasi diantaranya: Dewi Lestari dan Andrea Hirata. 


Referensi:

https://ditsmp.kemdikbud.go.id/angkatan-sastra-indonesia-tokoh-dan-karya-seni-bahasa/

Share:

YAKETUNIS: Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam

Profil Yaketunis

Nama : Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam

Alamat : Jl. Parangtritis No. 46 Yogyakarta, 55641

Rt / Rw : 66/ 18

Kelurahan : Mantrijeron

Kecamatan : Mantrijeron

Kota : Yogyakarta

Propinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta

  

Sejarah Singkat Yaketunis

Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam didirikan berdasarkan Firman Alloh SWT dalam Al-Qur’an Surat ‘Abasa ayat 3 dan 4 yang menjelaskan bahwa tunanetra memiliki potensi untuk diberikan pendidikan dan pengajaran dibidang mental, spiritual, agama dan ketrampilan, kecerdasan serta ilmu pengetahuan sehingga perlu didirikan lembaga atau yayasan sebagai sarana atau wadah untuk melaksanakan dan mengamalkan ayat tersebut.

Penggagas dan Pendiri Yaketunis

Berdirinya Yaketunis merupakan ide dari seorang tunanetra bernama Supardi Abdusomat. Pada saat itu beliau berkunjung ke Perpustakaan Islam di Jl. Mangkubumi No. 38 menemui Bapak H. Moch. Solichin Wakil Kepala Perpustakaan Islam. Kedatangan beliau bermaksud sharing kepada Bapak. H. Moch. Solichin mengenai bagaimana caranya mengangkat harkat martabat warga tunanetra. Akhirnya disepakati untuk mendurukan yayasan yang diberi bnama Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) Yogyakarta pada tanggal 12 Mei 1964 dengan alamat : Jl. Mangkubumi No. 38 Yogyakarta, Akta Notaris No. 10 Tahun 1964 Notaris: Soerjanto Partaningrat, SH, dengan ijin operasional No. 188/0622/V.I tanggal 16 Maret 2009.


Sumber:

https://yaketunis64.blogspot.com/p/profil-yaketunis_10.html

Share:

Helen Keller: Menemukan Terang di Dalam Kegelapan

Seorang aktivis sosial Amerika terkenal, Helen Keller, mengatasi cacat jasmaninya dengan tekad baja yang luar biasa. Bukan saja ia berhasil menyelesaikan studi universitasnya namun juga karena fasihnya dalam berbahas asing sampa menguasai lima bahasa serta menulis 14 karya klasik. Ia telah menciptakan mukjizat dalam sejarah umat manusia.

Helen Keller

Biografi Helen Keller

Helen Keller lahir dengan nama lengkap Helen Adams Keller, dilahirkan di Tuscumbia, Alabama, 27 Juni 1880. Helen Keller dilahirkan sebagai anak perempuan yang sehat dan aktif. Namun demam tinggi saat usianya satu tahun membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengarannya. Semenjak itu ia jatuh kedalam dunia kegelapan dan kesunyian. Demikianlah, ia telah kehilangan kemampuan berbicaranya dan tak dapat mengekspresikan perasaannya.

Keller (sebutan Helen Keller) terus berusaha untuk berbicara, namun tak seorang pun dapat memahaminya termasuk orang tuanya sendiri. Hal ini membuat nya sering mengamuk dengan membuang semua benda-benda yang ada di sekitarnya. Orang tuanya terutama sang ibu sangat sedih melihat penderitaan puteri mereka. Kepedihan dan penderitaan Keller benar-benar tak terucapkan. Sekeras apapun ia berusaha, ia tak dapat membebaskan dirinya dari dunianya yang gelap. Ketika berusia tujuh tahun, orang tuanya merekrut seorang guru yang dapat membimbingnya yang bernama Anne Sullivan.  Pembimbingnya ini pernah mengalami hal yang serupa dengan Helen Keller saat ia berusia 14 tahun. Lalu Anne bersekolah di sekolah khusus orang cacat. Anne yang awalnya buta mendapatkan penglihatannya kembali setelah menjalani operasi. Pengalaman itu memicunya untuk giat belajar dan menjadi guru yang sangat baik. Ia bisa memahami penderitaan Keller. Sullivan mulai mengoreksi kebiasaan buruk Keller. Setiap kali Keller mengamuk, Sullivan hanya mendiam kannya saja sampai Keller tenang. Sullivan memberi Keller sebuah boneka dan mengejakan kata b-o-n-e-k-a ditangan Keller. Keller terpesona dan ganti mengejanya di telapak tangan Sullivan.  Itulah awal proses belajar Keller. Mulai saat itu Sullivan selalu mengejakan nama-nama benda di telapak tangan Keller. Helen Keller sangat senang sekali. Ia cepat sekali menangkap apa yang diajarkan Sullivan padanya. Sullivan kemudian mengajari Keller huruf braile (huruf untuk orang tuna netra). Keller mulai membaca buku seperti Snow White and the seven Dwarf dan Little Ugly Duckling dengan sistem braile. Secara bertahap Hellen mulai mengenal dunia luar.

Helen Keller kemudian bersekolah di sekolah luar biasa. Disana ia belajar menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Dengan jarinya ia mempelajari berbagai topik seperti matematika, Geografi, Sejarah, Biologi dan juga belajar bahasa asing. Keller sering menghabiskan waktunya belajar di perpustakaan sekolah untuk lebih mengasah pengetahuannya. Helen Keller memiliki satu lagi keinginan yang belum terwujud yaitu ia ingin bisa bicara. Helen tidak bisu hanya saja karena sejak kecil ia sudah tak bisa mendengar dan melihat maka ia juga tak bisa menirukan suara orang. Keller kemudian menyampaikan keinginannya tersebut pada Sullivan. Ini tugas berat bagi Sullivan namun ia percaya Helen bisa mencapainya. Sullivan kemudian membawa Helen Keller menjumpai seorang wanita yang ahli melatih siswa bisu tuli untuk bicara. Wanita itu kemudian memegang tangan Helen dan meletakkannya pada rahang dan tenggorokannya dan mulai mengeluarkan suara. Proses belajarnya sangat lamban dan sulit. Ia ingin Keller menirunya dengan menggunakan tangannya untuk menyesuaikan gigi serta lidahnya secara benar agar dapat menghasilkan suara yang tepat.

Keller berusaha sangat keras untuk menghasilakan suara yang tepat.Sering ia sampai berkeringat hanya berupaya menghasilkan suara yang tepat walau untuk kata yang sederhana sekalipun. Dirumah Keller meminta Sullivan berlatih bersamanya. Setelah melalui proses yang sulit dan panjang akhirnya Helen bisa berbicara juga. Keller kemudian belajar bahasa Perancis, Jerman , Latin dan bahasa asing lainnya. Helen kemudian mengungkapkan keinginannya untuk belajar di universitas. Keller kemudian diterima di universitas yang diinginkannya. Selama masa kuliah Sullivan menemaninya duduk disampingnya guna menuliskan mata kuliahnya ditelapak tangan Keller. Sepulang kuliah, Keller menghabiskan waktunya untuk mengetik pelajaran yang didapatnya di kuliahan tadi dengan mesin ketik braile. Karena kegigihannya Keller akhirnya berhasil lulus universitas dan merupakan lulusan bisu-tuli pertama di dunia. Semua orang berdecak kagum atas prestasinya. Keller merasa sangat berterima kasih pada gurunya, Sullivan. Ia berjanji akan mengikuti jejak sang guru untuk mendidik orang yang buta tuli seperti dirinya. Keller kemudian mulai berpidato dan beramal bagi mereka yang buta tuli. Keller menularkan semangat juangnya selama ini pada orang yang senasib dengannya. Ia berkeliling dunia guna misinya mendidik orang tuli dan buta.

Helen Keller meninggal pada tanggal 1 Juni 1968 di Easton, Connecticut. Semua orang yang pernah membaca kisahnya sangat terinspirasi oleh kehidupannya. Kisahnya dan karya-karyanya selalu menjadi inspirasi bagi umat manusia dalam mengatasi segala hambatan. Kehidupan akan sangat berarti kalau saja semua orang bisa secara singkat mengalami seperti apa rasanya buta-tuli itu. Kegelapan akan membuatnya lebih mencintai kehidupan dan kesepian akan membuatnya lebih mensyukuri suara dan pemandangan di sekelilingnya.

Share:

GITERA WIBHA





Share:

Jumat, 08 September 2023

Sumbu Filosofi Yogyakarta: Pengejawantahan Asal dan Tujuan Hidup


Pada tahun 1755, Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang juga dikenal sebagai Pangeran Mangkubumi, mulai membangun Kota Yogyakarta. Pengejawantahan konsep ke dalam tata ruang Kota Yogyakarta dihasilkan dari proses menep atau perjalanan hidup Pangeran Mangkubumi. Dilahirkan sebagai putra Raja Mataram, Sunan Amangkurat IV, Pangeran Mangkubumi tumbuh besar di lingkungan Keraton Kartasura. Karena perpindahan lokasi istana, berikutnya Pangeran Mangkubumi mengetahui persis seluk beluk Keraton Surakarta. Keraton Yogyakarta dibangun berdasarkan konsepsi Jawa dengan mengacu pada bentang alam yang ada, seperti gunung, laut, sungai, serta daratan.

Prinsip utama yang dijadikan dasar pembangunan keraton oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I adalah konsepsi Hamemayu Hayuning Bawono. Artinya membuat bawono (alam) menjadi hayu (indah) dan rahayu (selamat dan lestari). Konsep-konsep tersebut diejawantahkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I dengan Laut Selatan dan Gunung Merapi sebagai poros. Lokasi pembangunannya juga dipilih dekat dengan sumber mata air Umbul Pacethokan. Kontur tanah wilayah bangunan keraton lebih tinggi, seperti di atas punggung kura-kura, dengan diapit oleh 6 sungai, 3 di timur, dan 3 di barat, sehingga bebas dari banjir. Selain sebagai perindang, aneka vegetasi juga ditanam di seputar keraton sebagai media menambatkan makna kehidupan. 

-

Berlawanan dengan anggapan umum, sebenarnya Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi tidak persis berada dalam satu garis lurus. Oleh karena itu, poros bentang alam ketiganya disebut sebagai sumbu imajiner. Sumbu nyata yang membentang utara selatan dalam satu garis lurus adalah jalan yang menghubungkan Tugu Golong Gilig, keraton, dan Panggung Krapyak. Di dalamnya menggambarkan perjalanan siklus hidup manusia berdasarkan konsepsi Sangkan Paraning Dumadi. 

Perjalanan dari Panggung Krapyak menuju keraton mewakili konsepsi sangkan (asal) dan proses pendewasaan manusia. Sementara perjalanan dari Tugu Golong Gilig menuju ke keraton mewakili filosofi paran (tujuan). Yaitu perjalanan manusia menuju Penciptanya.

Panggung Krapyak terletak kurang lebih 2 km dari Keraton Yogyakarta. Berbentuk segi empat dengan tinggi kira-kira 10 meter, lebar 13 meter, dan panjang 13 meter. Panggung Krapyak terdiri dari dua lantai yang dahulu dihubungkan dengan tangga kayu. Lantai atas berupa ruang terbuka berpagar. Bangunan ini dahulu digunakan oleh Sultan untuk menyaksikan prajurit atau kerabatnya dalam berburu (ngrapyak) rusa. 

Secara simbolis, Panggung Krapyak memiliki makna awal kelahiran atau rahim. Ini ditegaskan dengan keberadaan kampung di sebelah barat laut bernama Mijen, yang berasal dari kata “wiji” (benih). Pohon asem atau asam (Tamarindus indica) dan pohon tanjung (Mimusops elengi) yang ditanam sepanjang jalan dari Panggung Krapyak menuju keraton juga memiliki arti tersendiri. Sinom, daun asam, melambangkan anom (muda). Bersama dengan pohon tanjung melambangkan anak muda yang selalu disanjung-sanjung oleh lingkungannya.

-

Lebih ke utara lagi terdapat Alun-Alun Selatan yang sekitarnya ditanami pohon pakel dan kweni. Pohon-pohon ini melambangkan pemuda yang sudah akil balig dan sudah wani (berani) meminang gadis pujaannya. 

Lebih ke utara, terdapat Siti Hinggil Kidul (kini dikenal sebagai Sasana Hinggil Dwi Abad). Di area Siti Hinggil Kidul juga terdapat pohon pelem cempora dan pohon soka. Pelem cempora yang berbunga putih melambangkan benih laki-laki dan soka yang berbunga merah melambangkan benih perempuan. Di kiri dan kanan Siti Hinggil Kidul terdapat jalan yang bernama Pamengkang, yang berarti posisi kaki yang berjauhan satu sama lain. Melambangkan gerbang menuju rahim. Lebih ke utara, terdapat kompleks Kamandhungan yang berasal dari kata kandungan. Simbol sukma atau janin yang menunggu dilahirkan.

Di sebelah utara Kamandhungan terdapat pelataran Kemagangan, yang melambangkan bahwa anak perlu magang untuk menjadi manusia dewasa. Maka dari itu, di kiri kanan Kemagangan terdapat kampung Sekullanggen dan Gebulen, tempat tinggal Abdi Dalem yang bertugas sebagai juru masak keraton. Penempatan kampung itu memberi arti bahwa anak yang sedang tumbuh memerlukan kecukupan makanan. Seputar area tersebut ditanami pohon jambu dersana (Syzgium malaccense/Eugenia malaccensis) yang bermakna keteladanan (sinudarsana).

Filosofi sangkan berhenti di sini, ketika anak sudah tumbuh menjadi manusia dewasa. Sedangkan filosofi paran dimulai dari Tugu Golong Gilig ke selatan menuju keraton. Tugu Golong Gilig semula memiliki ketinggian 25 meter. Puncak tugu berbentuk bola sehingga disebut “golong”, sedangkan badan tugu berbentuk kerucut terpancung yang berbentuk bulat panjang (gilig). Karena tugu tersebut berwarna putih maka dalam bahasa Belanda disebut De Witte Paal. Karenanya tugu ini juga sering disebut sebagai Tugu Pal Putih.

Secara filosofis, Tugu Golong Gilig melambangkan golonging cipta, rasa, lan karsa untuk menghadap Sang Khalik (bersatunya seluruh kehendak untuk menghadap Sang Pencipta). Warna putih dipilih untuk melambangkan kesucian hati yang harus menjadi dasar bagi upaya itu. Sebagaimana sumbu Panggung Krapyak menuju keraton, penamaan tempat dan pemilihan vegetasi pada sumbu yang menghubungkan Tugu Golog Gilig dan keraton pun memiliki filosofinya sendiri. 

Tugu Golong Gilig diapit oleh dua desa, yaitu Pingit (menyimpan) di Barat dan Gondolayu (bau mayat) di timur. Penamaan ini memiliki arti bahwa ketika manusia hendak memulai perjalanan menuju Sang Pencipta, maka yang pertama perlu dilakukan adalah meninggalkan hal-hal yang berbau busuk.

Dari Tugu Golong Gilig ke selatan, terbentang jalan yang dinamai Jalan Margatama yang berarti jalan menuju keutamaan. Selanjutnya adalah Jalan Maliabara (Jalan Malioboro) yang berarti penggunaan “obor” penerang, yaitu ajaran para wali. Ke selatan lagi terdapat Jalan Margamulya yang berarti jalan menuju kemuliaan. Untuk menuju ke sana, manusia harus bisa mengusir (ngurak) nafsu-nafsu yang buruk. Karena itu jalan berikutnya dinamai Jalan Pangurakan.

Sepanjang tepian Jalan Margatama hingga Jalan Margamulya ditanami pohon asam (asem) dan pohon gayam. Pohon asam melambangkan sengsem (ketertarikan) dan gayam melambangkan ayom (ketenangan). Maknanya, orang yang melewati jalanan sarat pesan kemuliaan tersebut akan merasa senang atau tertaik dan tenang atau nyaman. 

Jalan yang membentang dari tugu ke arah selatan akan berhenti di Alun-Alun Utara. Alun-alun diambil dari kata alun (ombak), menggambarkan berbagai gelombang yang dihadapi manusia sebelum kembali kepada Penciptanya. Gambaran ombak ini diwujudkan dalam bentuk pasir yang mengelilingi area Alun-Alun Utara.

Lebih ke selatan lagi, terdapat area Siti Hingil Lor. Di area tersebut terdapat pohon gayam, kepel (Stelechocarpus burahol), dan kemuning (Murraya paniculata). Pohon kepel dimaknai sebagai tangan yang mengepal, melambangkan tekad dan kemauan untuk bekerja sebagai manusia dewasa. Pohon kemuning dimaknai sebagai ning yang berarti keheningan sebagai lambang kesucian dan pikiran yang jernih.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan kembali menuju area Kamandhungan Lor atau yang lebih dikenal dengan sebutan pelataran Keben. Disebut demikian karena di area ini terdapat pohon keben (Barringtonia asiatica) yang bermakna tangkeben atau menutup. Bahwa dalam usia senja, perjalanan manusia harus bisa menutup segala tingkah laku yang kurang elok. Selanjutnya, area berikutnya adalah pelataran Srimanganti. Di area tersebut terdapat Bangsal Trajumas. Traju berarti timbangan, dan mas berarti logam mulia. Bangsal ini melambangkan bahwa manusia akan ditimbang amal baik dan buruknya di alam penantian (manganti) menuju keabadian.  

Alam abadi di Keraton Yogyakarta diwakili dengan pelita Kiai dan Nyai Wiji yang disimpan di Gedhong Prabayaksa, kompleks Kedhaton. Kedua pelita itu dijaga hingga tidak pernah padam sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai sekarang. Apinya diambil dari sumber api abadi Mrapen. 

Di halaman Kedhaton, ditanam pohon sawo kecik (Manilkara kauki), jambu klampok arum (Syzygium jambos), dan kantil (Magnolia champaca). Sawo kecik menyimbolkan perbuatan sarwo becik (serba baik). Pohon jambu klampok arum membawa pesan agar manusia bersikap “harum”, baik dalam ucapan dan tindakan. Pohon kantil memiliki makna kemantil-mantil atau selalu teringat. Artinya supaya manusia selalu ingat untuk berbuat baik.

Konsepsi paran berakhir di sini. Namun poros antar tugu, keraton, dan Panggung Krapyak tidak hanya memiliki makna tunggal. Khusus bagi Sultan, poros ini memiliki makna berbeda. Arahnya bukan dari tugu ke keraton, tetapi dari keraton ke tugu. Sebaliknya, dari keraton menuju Panggung Krapyak. 

=

Ketika Sultan duduk siniwaka di Bangsal Manguntur Tangkil yang berada di Siti Hinggil Lor, beliau akan bermeditasi dengan arah pandang ke Tugu Golong Gilig. Karena itu Tugu Golong Gilig juga berarti Manunggaling Kawula Gusti. Fasad Tugu yang mengarah ke atas juga merupakan pengejawantahan filosofi tersebut, yaitu meleburnya kawula atau rakyat dan gusti atau sultan. Sekaligus kawula dalam makna manusia (termasuk sultan) dan Gusti yang berarti Tuhan. 

Poros dari keraton hingga Tugu mencerminkan kewajiban Sultan untuk melindungi dan mengayomi rakyat. Sultan juga berkewajiban memfasilitasi masyarakat agar dapat hidup lebih baik dengan menyediakan materi dan pengayoman spiritual. Penyediaan materi disimbolkan dengan fasilitas ekonomi, yaitu Pasar Beringharjo dan fasilitas pemerintahan, berupa Gedung Kepatihan, sementara pengayoman spiritual dicerminkan oleh Masjid Gedhe. 

Hanya saja Tugu Golong Gilig yang dikenal sekarang telah berubah wujudnya. Tugu yang asli rusak akibat gempa pada tahun 1867. Tugu itu dibangun kembali dengan bantuan pemerintah Hindia-Belanda. Namun tugu tersebut bentuknya tidak sama dengan aslinya. Diduga, ini memang kesengajaan dari pemerintah Hindia-Belanda yang tidak suka dengan semangat kesatuan yang disimbolkan oleh tugu tersebut. Tidak cukup dengan itu, pemerintah Hindia-Belanda pun membangun rel kereta api yang memotong sumbu filosofi. 

Berbeda dengan konsepsi sangkan, bagi Sultan poros keraton menuju Panggung Krapyak merupakan area akhir (pungkuran). Salah satu pintu gerbang bagian selatan yaitu Plengkung Nirbaya atau yang sering disebut Plengkung Gading merupakan ruas jalan menuju tempat peristirahatan terakhir para Sultan di Pajimatan Imogiri. Oleh karena itu, setiap Raja yang bertakhta maupun keluarga intinya dilarang untuk melewati jalur tersebut.    

Sebagai arsitek andal, Sri Sultan Hamengku Buwono I merancang tetenger-tetenger atau penanda yang menegaskan harmonisasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Dari ruas sumbu filosofi dan titik-titik kunci penghubung, Kota Yogyakarta berkembang sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan sosial. Tradisi kebudayaan juga terus lestari dan menjadi identitas masyarakat. Ruang-ruang di dalamnya membangkitkan denyut nadi ekonomi dan mata pencaharian banyak orang.

Kekayaan filosofi tata Kota Yogyakarta ini hendaknya tidak berhenti sebagai simbol-simbol belaka. Namun, dapat digunakan sebagai sumber kesadaran akan makna hidup. Tiap kali melintasi jalan-jalan Kota Yogyakarta yang bertumpu pada poros utara-selatan, sumbu ini seakan mengingatkan bahwa kehidupan itu merupakan perjalanan kembali kepada Sang Pencipta.


Sumber:

https://www.kratonjogja.id/tata-rakiting/21-sumbu-filosofi-yogyakarta-pengejawantahan-asal-dan-tujuan-hidup/

Share:
Copyright © Perpustakaan Wijaya Bhakti | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com