• PERPUSTAKAAN WIJAYA BHAKTI

    Selamat datang di website Perpustakaan Wijaya Bhakti SMA Negeri 1 Sewon. Pada website ini Anda dapat mengetahui profil, jenis-jenis layanan, dan katalog online (OPAC) di Perpustakaan Wijaya Bhakti.
  • SMA NEGERI 1 SEWON

    Silakan sampaikan kritik dan saran Anda yang bersifat membangun melalui kolom komentar dan sosial media perpustakaan demi kemajuan Perpustakaan Wijaya Bhakti.
  • NPP : 3402151E1000001

    Terima kasih atas kunjungan Anda. Kami berharap dengan adanya website ini dapat memberikan manfaat bagi Anda.
  • GITERA WIBHA

    Pegiat Literasi Remaja Wijaya Bhakti (GITERA WIBHA) merupakan partner perpustakaan wijaya bhakti sebagai wadah siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang literasi.
Tampilkan postingan dengan label Pojok Inklusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Inklusi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 September 2023

YAKETUNIS: Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam

Profil Yaketunis

Nama : Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam

Alamat : Jl. Parangtritis No. 46 Yogyakarta, 55641

Rt / Rw : 66/ 18

Kelurahan : Mantrijeron

Kecamatan : Mantrijeron

Kota : Yogyakarta

Propinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta

  

Sejarah Singkat Yaketunis

Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam didirikan berdasarkan Firman Alloh SWT dalam Al-Qur’an Surat ‘Abasa ayat 3 dan 4 yang menjelaskan bahwa tunanetra memiliki potensi untuk diberikan pendidikan dan pengajaran dibidang mental, spiritual, agama dan ketrampilan, kecerdasan serta ilmu pengetahuan sehingga perlu didirikan lembaga atau yayasan sebagai sarana atau wadah untuk melaksanakan dan mengamalkan ayat tersebut.

Penggagas dan Pendiri Yaketunis

Berdirinya Yaketunis merupakan ide dari seorang tunanetra bernama Supardi Abdusomat. Pada saat itu beliau berkunjung ke Perpustakaan Islam di Jl. Mangkubumi No. 38 menemui Bapak H. Moch. Solichin Wakil Kepala Perpustakaan Islam. Kedatangan beliau bermaksud sharing kepada Bapak. H. Moch. Solichin mengenai bagaimana caranya mengangkat harkat martabat warga tunanetra. Akhirnya disepakati untuk mendurukan yayasan yang diberi bnama Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) Yogyakarta pada tanggal 12 Mei 1964 dengan alamat : Jl. Mangkubumi No. 38 Yogyakarta, Akta Notaris No. 10 Tahun 1964 Notaris: Soerjanto Partaningrat, SH, dengan ijin operasional No. 188/0622/V.I tanggal 16 Maret 2009.


Sumber:

https://yaketunis64.blogspot.com/p/profil-yaketunis_10.html

Share:

Helen Keller: Menemukan Terang di Dalam Kegelapan

Seorang aktivis sosial Amerika terkenal, Helen Keller, mengatasi cacat jasmaninya dengan tekad baja yang luar biasa. Bukan saja ia berhasil menyelesaikan studi universitasnya namun juga karena fasihnya dalam berbahas asing sampa menguasai lima bahasa serta menulis 14 karya klasik. Ia telah menciptakan mukjizat dalam sejarah umat manusia.

Helen Keller

Biografi Helen Keller

Helen Keller lahir dengan nama lengkap Helen Adams Keller, dilahirkan di Tuscumbia, Alabama, 27 Juni 1880. Helen Keller dilahirkan sebagai anak perempuan yang sehat dan aktif. Namun demam tinggi saat usianya satu tahun membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengarannya. Semenjak itu ia jatuh kedalam dunia kegelapan dan kesunyian. Demikianlah, ia telah kehilangan kemampuan berbicaranya dan tak dapat mengekspresikan perasaannya.

Keller (sebutan Helen Keller) terus berusaha untuk berbicara, namun tak seorang pun dapat memahaminya termasuk orang tuanya sendiri. Hal ini membuat nya sering mengamuk dengan membuang semua benda-benda yang ada di sekitarnya. Orang tuanya terutama sang ibu sangat sedih melihat penderitaan puteri mereka. Kepedihan dan penderitaan Keller benar-benar tak terucapkan. Sekeras apapun ia berusaha, ia tak dapat membebaskan dirinya dari dunianya yang gelap. Ketika berusia tujuh tahun, orang tuanya merekrut seorang guru yang dapat membimbingnya yang bernama Anne Sullivan.  Pembimbingnya ini pernah mengalami hal yang serupa dengan Helen Keller saat ia berusia 14 tahun. Lalu Anne bersekolah di sekolah khusus orang cacat. Anne yang awalnya buta mendapatkan penglihatannya kembali setelah menjalani operasi. Pengalaman itu memicunya untuk giat belajar dan menjadi guru yang sangat baik. Ia bisa memahami penderitaan Keller. Sullivan mulai mengoreksi kebiasaan buruk Keller. Setiap kali Keller mengamuk, Sullivan hanya mendiam kannya saja sampai Keller tenang. Sullivan memberi Keller sebuah boneka dan mengejakan kata b-o-n-e-k-a ditangan Keller. Keller terpesona dan ganti mengejanya di telapak tangan Sullivan.  Itulah awal proses belajar Keller. Mulai saat itu Sullivan selalu mengejakan nama-nama benda di telapak tangan Keller. Helen Keller sangat senang sekali. Ia cepat sekali menangkap apa yang diajarkan Sullivan padanya. Sullivan kemudian mengajari Keller huruf braile (huruf untuk orang tuna netra). Keller mulai membaca buku seperti Snow White and the seven Dwarf dan Little Ugly Duckling dengan sistem braile. Secara bertahap Hellen mulai mengenal dunia luar.

Helen Keller kemudian bersekolah di sekolah luar biasa. Disana ia belajar menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Dengan jarinya ia mempelajari berbagai topik seperti matematika, Geografi, Sejarah, Biologi dan juga belajar bahasa asing. Keller sering menghabiskan waktunya belajar di perpustakaan sekolah untuk lebih mengasah pengetahuannya. Helen Keller memiliki satu lagi keinginan yang belum terwujud yaitu ia ingin bisa bicara. Helen tidak bisu hanya saja karena sejak kecil ia sudah tak bisa mendengar dan melihat maka ia juga tak bisa menirukan suara orang. Keller kemudian menyampaikan keinginannya tersebut pada Sullivan. Ini tugas berat bagi Sullivan namun ia percaya Helen bisa mencapainya. Sullivan kemudian membawa Helen Keller menjumpai seorang wanita yang ahli melatih siswa bisu tuli untuk bicara. Wanita itu kemudian memegang tangan Helen dan meletakkannya pada rahang dan tenggorokannya dan mulai mengeluarkan suara. Proses belajarnya sangat lamban dan sulit. Ia ingin Keller menirunya dengan menggunakan tangannya untuk menyesuaikan gigi serta lidahnya secara benar agar dapat menghasilkan suara yang tepat.

Keller berusaha sangat keras untuk menghasilakan suara yang tepat.Sering ia sampai berkeringat hanya berupaya menghasilkan suara yang tepat walau untuk kata yang sederhana sekalipun. Dirumah Keller meminta Sullivan berlatih bersamanya. Setelah melalui proses yang sulit dan panjang akhirnya Helen bisa berbicara juga. Keller kemudian belajar bahasa Perancis, Jerman , Latin dan bahasa asing lainnya. Helen kemudian mengungkapkan keinginannya untuk belajar di universitas. Keller kemudian diterima di universitas yang diinginkannya. Selama masa kuliah Sullivan menemaninya duduk disampingnya guna menuliskan mata kuliahnya ditelapak tangan Keller. Sepulang kuliah, Keller menghabiskan waktunya untuk mengetik pelajaran yang didapatnya di kuliahan tadi dengan mesin ketik braile. Karena kegigihannya Keller akhirnya berhasil lulus universitas dan merupakan lulusan bisu-tuli pertama di dunia. Semua orang berdecak kagum atas prestasinya. Keller merasa sangat berterima kasih pada gurunya, Sullivan. Ia berjanji akan mengikuti jejak sang guru untuk mendidik orang yang buta tuli seperti dirinya. Keller kemudian mulai berpidato dan beramal bagi mereka yang buta tuli. Keller menularkan semangat juangnya selama ini pada orang yang senasib dengannya. Ia berkeliling dunia guna misinya mendidik orang tuli dan buta.

Helen Keller meninggal pada tanggal 1 Juni 1968 di Easton, Connecticut. Semua orang yang pernah membaca kisahnya sangat terinspirasi oleh kehidupannya. Kisahnya dan karya-karyanya selalu menjadi inspirasi bagi umat manusia dalam mengatasi segala hambatan. Kehidupan akan sangat berarti kalau saja semua orang bisa secara singkat mengalami seperti apa rasanya buta-tuli itu. Kegelapan akan membuatnya lebih mencintai kehidupan dan kesepian akan membuatnya lebih mensyukuri suara dan pemandangan di sekelilingnya.

Share:
Copyright © Perpustakaan Wijaya Bhakti | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com