• PERPUSTAKAAN WIJAYA BHAKTI

    Selamat datang di website Perpustakaan Wijaya Bhakti SMA Negeri 1 Sewon. Pada website ini Anda dapat mengetahui profil, jenis-jenis layanan, dan katalog online (OPAC) di Perpustakaan Wijaya Bhakti.
  • SMA NEGERI 1 SEWON

    Silakan sampaikan kritik dan saran Anda yang bersifat membangun melalui kolom komentar dan sosial media perpustakaan demi kemajuan Perpustakaan Wijaya Bhakti.
  • NPP : 3402151E1000001

    Terima kasih atas kunjungan Anda. Kami berharap dengan adanya website ini dapat memberikan manfaat bagi Anda.
  • GITERA WIBHA

    Pegiat Literasi Remaja Wijaya Bhakti (GITERA WIBHA) merupakan partner perpustakaan wijaya bhakti sebagai wadah siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang literasi.

Jumat, 22 Maret 2024

GENERASI MUDA SEBAGAI UJUNG TOMBAK PELESTARIAN KEBERAGAMAN KEBUDAYAAN INDONESIA

Kalian tau ga sih?  Indonesia memiliki banyak keberagaman dalam hal budaya. Mengapa Indonesia memiliki berbagai keberagaman budaya? Hal tersebut dikarenakan setiap daerah memiliki kondisi alam, bentuk kepulauan, sejarah, dan agama yang berbeda.  

Namun seiring berjalannya waktu, kebudayaan di masing-masing daerah mulai memudar. Saat ini, banyak remaja yang tidak memahami kebudayaan tradisional di daerah mereka sendiri. Apa sih penyebab pudarnya kebudayaan di kalangan remaja? Lalu bagaimana cara agar kebudayaan tidak pudar? 

Dikutip dari Jurnal Kajian Lemhannas RI Edisi 32 Desember 2017, menjelaskan bahwa penyebab pudarnya kebudayaan di kalangan remaja antara lain: Kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya komunikasi budaya, kurangnya pembelajaran budaya, masuknya kebudayaan lain, arus globalisasi, dan kemajuan IPTEK.  

Kita sebagai generasi muda harus tahu nih kebudayaan apa sih yang ada di daerah tempat tinggal kita. Kita juga harus mempelajari dan mengenalkan kebudayaan tersebut kepada masyarakat luas, menyaring tiap budaya asing yang masuk agar tidak menghilangkan ciri khas budaya daerah. Dengan cara tersebut kita dapat menjaga kebudayaan daerah agar tidak pudar dan tetap lestari. Berikut ini beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia. 

WAYANG 

edukasi.rakyat.news

Merupakan salah satu seni tradisional yang berasal dari daerah jawa. Pada zaman dahulu wayang kulit sering digunakan sebagai media penyebaran agama melalui kesenian. Namun, saat ini wayang kulit memiliki fungsi yang semakin beragam, seperti sebagai media pembelajaran, ritual, dan juga sarana hiburan. Pertunjukan wayang kulit memilki pesan moral yang terkandung dalam cerita yang dimainkan. 

GREBEK MAULUD 

pesonaindonesia.kompas.com

Merupakan tradisi kebudayaan untuk perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang diadakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Grebek maulud ini dilaksanankan mulai dari Keraton Ngayogyakarta dan diarak menuju Pura Pakualaman. Pada rangkaian kegiatan  Grebek Maulud, terdapat gunungan yang berisi berbagai hasil bumi yang nantinya akan diperebutkan oleh masyarakat, konon katanya apabila mendapatkan hasil bumi yang diperebutkan akan mendapat keberkahan dalam hidupnya. Kegiatan Grebek Maulud ini memiliki tujuan sebagai ungkapan rasa syukur.

BATIK 

batik-tulis.com

Kalian tau ga sih? batik merupakan salah satu warisan budaya yang sudah terkenal hingga ke mancanegara loh. Menurut Asti M. dan Ambar B. Arini (2011: 1), batik dapat diartikan sebagai sebuah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan malam di atasnya. Batik dapat dibuat dengan berbagai macam teknik misalnya batik cap, batik celup, batik tulis dan batik jumputan. Batik memiliki berbagai keunikan, salah satunya adalah dalam aspek penamaan. Terdapat banyak batik yang memiliki nama yang sama tetapi memiliki motif dan daerah asal yang berbeda. 

TRADISI NGOBENG 

detik.com

Adalah Tradisi yang terdapat di daerah Palembang, Sumatera Selatan yang berupa kegiatan menghidangkan makanan dalam acara  kenduri seperti dalam acara pernikahan, khitanan, syukuran, dan perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya dengan menggunakan dulang dan kain persegi empat sebagai alat sajinya. 

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam keberagaman budaya. Beberapa kebudayaan yang terdapat di Indonesia antara lain (Wayang, Grebek Maulud, Batik, Tradisi Ngobeng). Sebagai generasi muda, kita memiliki kewajiban untuk selalu melestarikan kebudayaan yang beraneka ragam tersebut. Banyak manfaat yang didapatkan dengan melestarikan kebudayaan tersebut, salah satunya adalah menambah wawasan mengenai kebudayaan daerah.  


REFERENSI

Ermawan, Donny. “Pengaruh Globalisasi terhadap Eksistensi Daerah di Kebudayaan Indonesia.” Jurnal Kajian Lemhannas RI. Edisi 32 (2017).  

Muthi Nur Hanifah, “Tradisi Ngobeng Palembang yang Hampir Punah, Yuk Kenali Lebih Dekat”. Diakses 13 September 2023 dari https://www.detik.com/sumbangsel/budaya/d-6927150/tradisi-ngobeng-palembang-yang-hampir-punah-yuk-kenali-lebih-dekat/amp       


 

Share:

Jumat, 23 Februari 2024

MENAMBAH WAWASAN DENGAN SERING MEMBACA SASTRA NON FIKSI

Temen-temen pernah dengar? ternyata dengan sering membaca karya sastra nonfiksi dapat menambah wawasan kita. Tidak hanya menambah wawasan saja, banyak manfaat lain yang bisa kamu dapat ketika kamu sering membaca karya sastra nonfiksi. Lalu, apa itu karya sastra nonfiksi? Kenapa dapat memberi banyak manfaat untuk kita? 

https://pin.it/31PFefMdc

Teks nonfiksi adalah suatu tulisan yang memuat informasi yang berdasarkan data, fakta, kejadian yang sebenarnya, memiliki bahasa denotatif sehingga mudah dimengerti (Nursyaidha,2023). Bisa dibilang karya sastra nonfiksi merupakan sastra yang ditulis berdasarkan fakta yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis. Dikutip dari GRAMEDIA.COM, bentuk karya nonfiksi yang sering kita temui adalah: 

BIOGRAFI 

https://pin.it/1ucSi0gIo

Merupakan tulisan yang berisi perjalanan hidup seseorang baik ditulis sendiri maupun ditulis oleh orang lain. Tulisan ini dapat dikategorikan sebagai nonfiksi karena isinya sebuah kenyataan, tidak dikhayal, dan berdasarkan kehidupan aslinya. Ternyata membaca teks biografi dapat bermanfaat bagi kita untuk mengenal tokoh-tokoh lebih dalam dan bisa menghargai tokoh sesuai dengan perjuangannya.

ESAI 

https://pin.it/4JWyZBP8y

Di sini, siapa yang sudah pernah mendapatkan tugas esai dari guru? Ada yang masih ingat apa itu esai? Esai merupakan sebuah karangan atau tulisan yang membahas suatu tema dari sudut pandang pribadi penulis. Teks esai memiliki banyak manfaat terutama bagi para pelajar, salah satunya sebagai pengguggah pemikiran dan memberikan pandangan mengenai suatu permasalahan.

KARYA TULIS ILMIAH 

https://pin.it/5HjHvOYdq

Temen-temen pasti tidak asing dengan Karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah merupakan hasil karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah contohnya seperti skripsi, tesis,makalah, jurnal, artikel hasil penelitian, dan kertas kerja. KTI atau karya tulis ilmiah memiliki manfaat sebagai sumber bacaan bagi siswa dan sarana edukasi dalam menyebarkan kebenaran ilmu tertentu.

CATATAN DOKUMENTAR 

https://pin.it/74hbiMfc

Atau cerita sejarah merupakan tulisan yang bercerita tentang masa lalu suatu objek. Catatan dokumentar dapat dikategorikan sebagai sastra nonfiksi karena tulisan ini menceritakan kejadian yang sudah berlalu berdasarkan fakta dan data. Catatan dokumentar bermanfaat untuk memberikan kesempatan untuk memahami pengalaman seseorang dan memperluas wawasan kita mengenai banyak hal. 

Sastra nonfiksi merupakan sebuah karya tulis yang bersifat fakta dan tidak berdasarkan imajinasi. Jenis-jenis sastra nonfiksi ada biografi yang merupakan tulisan berisi perjalanan hidup seseorang, Esai yang merupakan tulisan yang membahas suaru tema dari sudut pandang penulis, karya tulis ilmiah yang merupakan karya yang diperoleh dari kegiatan menulis dengan menerapkan konveksi ilmiah dan yang terakhir ada catatan dokumentar yang merupakan cerita sejarah tentang masalalu suatu objek. 


Daftar Pustaka 

Nursyaidha (2023). Peningkatan Pemahaman Materi Teks Nonfiksi Menggunakan Media Sway Office 36. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar 7(1), 347  
Rahma Fiska. Cerita Nonfiksi: Pengertian, Ciri, Jenis, Cara Membuat, Dan Contoh. https://www.gramedia.com/literasi/cerita-nonfiksi/  
Share:

Kamis, 18 Januari 2024

KEAJAIBAN SASTRA FIKSI YANG MENGUATKAN IMAJINASI

https://pin.it/1IKrPCaCA

Karya sastra fiksi merupakan suatu sastra yang sangat luas dengan genre berupa kisah yang terbentuk berdasarkan imajinasi dari penulisnya. Kata fiksi sendiri mempunyai makna sebagai sebuah cerita rekaan yang tidak berdasarkan kenyataan. Beberapa contoh karya fiksi antara lain novel, cerpen, roman, dan lain sebagainya.  

Dikutip dari laman LIPUTAN6.COM, karya fiksi banyak digemari oleh masyarakat karena kisahnya yang dapat membenamkan pembaca ke dalam pengalaman yang belum pernah dialami dalam kehidupan nyata, bahkan tidak sedikit karya fiksi yang menceritakan pengalaman yang tidak dapat dilogika dan tidak ada dalam kehidupan nyata sehingga membuat pembaca merasa tertarik untuk mengetahui jalan cerita dari suatu karya fiksi. Luasnya pengembangan cerita dari karya fiksi tersebut dikarenakan kisah yang terdapat dalam suatu karya fiksi sepenuhnya didasarkan pada imajinasi dari penulis yang sangat luas dan tidak terbatas.

CERITA PENDEK

https://pin.it/1qWy70xmC

Salah satu jenis karya sastra yang sangat banyak diciptakan adalah cerita pendek atau cerpen. Cerita pendek merupakan karya sastra yang menceritakan sebuah kisah secara singkat akan tetapi pesan dari kisah tersebut tetap tersampaikan kepada pembaca. Meskipun singkat, cerpen memiliki daya tarik tersendiri bagi pembaca, salah satunya yaitu dapat dibaca dalam sekali duduk sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan mengetahui keseluruhan cerita.

NOVEL

https://pin.it/4uk4ySLwW

Novel merupakan jenis karya sastra yang lebih panjang dari cerpen dan memuat rangkaian cerita dari kehidupan suatu tokoh secara lebih luas. Dikarenakan ceritanya yang cukup panjang, novel biasanya dikemas dalam bentuk buku untuk satu judul novel. Pada sebuah novel fiksi, tokoh, alur, latar waktu, tempat, dan lain sebagainya sepenuhnya berdasarkan imajinasi atau karangan dari penulis.

ROMAN

https://pin.it/1qWy70xmC

Roman merupakan bentuk karya fiksi berupa cerita mengenai suatu tokoh dalam sebuah alur cerita. Pada alur cerita tersebut, penulis menyiratkan pesan moral atau hikmah yang dapat dipahami oleh pembaca. Pesan moral atau hikmah dalam sebuah karya roman sering berkaitan dan sesuai dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dari pembacanya sehingga karya roman ini sangat diminati oleh banyak orang.

Karya sastra fiksi memiliki kekuatan untuk membawa pembaca menuju dunia baru dan membuka pandangan secara lebih luas serta menghidupkan imajinasi dari pembacanya. Karya fiksi tidak hanya sebuah karya yang memiliki tujuan untuk menghibur pembaca tetapi juga merupakan sarana bagi penulis untuk mengekspresikan diri secara artistik. Hal tersebut dikarenakan karya fiksi memiliki nilai seni yang tidak ternilai.

Share:

Senin, 30 Oktober 2023

Pemilihan Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif SMAN 1 Sewon Tahun 2023

Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif SMAN 1 Sewon Tahun 2023

SEWON - Pemilihan Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif merupakan salah satu annual event atau kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan WIJAYA BHAKTI SMAN 1 Sewon. Pada tahun 2023, pengumuman dan penyerahan penghargaan Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap guru, siswa, dan tenaga kependidikan yang memiliki minat dan bakat dalam bidang literasi untuk meningkatkan kegiatan gemar membaca dalam lingkup SMAN 1 Sewon. 

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif terpilih mendapatkan sertifikat penghargaan dan bouquet yang diserahkan secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Sewon, Subarino, S.Pd., M.Pd., Ph.D., pada saat upacara peringatan hari Sumpah Pemuda. Pemilihan Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan mendorong motivasi guru, siswa, dan tenaga kependidikan SMAN 1 Sewon untuk meningkatkan kegemaran membaca terutama dengan memanfaatkan koleksi bahan pustaka yang dimiliki Perpustakaan Wijaya Bhakti.

Berikut ini siswa dan guru yang terpilih menjadi Duta Baca dan Pemustaka Paling Aktif SMAN 1 Sewon pada tahun 2023:


DUTA BACA GURU
Rr. Esthi Wikan Nastri. S,Pd.

DUTA BACA TENAGA KEPENDIDIKAN
Suharni, S.Pd.

DUTA BACA SISWA
Afifah Nur Azizah (XI-5)

PEMUSTAKA PALING AKTIF
Muhammad Naashikhul Amiin (X-9)
Share:

Selasa, 12 September 2023

Sejarah PON (Pekan Olahraga Nasional)


Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang olahraga terbesar di Indonesia yang diadakan tiap 4 tahun sekali. PON pertama kali dilaksanakan di Stadion Sriwedari Surakarta/Solo pada 9 September 1948. Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) adalah pencetus dari keputusan penyelenggaraan PON I/1948 yang merupakan perkembangan dari ikatan Sport Indonesia (ISI) dan terbentuk pada 15 Oktober 1938.

Ketika itu, PORI diketuai oleh Widodo Sastrodiningrat dan telah didirikan sejak tahun 1946, setahun setelah Indonesia merdeka. Kemudian PORI, berganti nama menjadi Komite Olahraga Nsional Indonesia (KONI). Di sisi lain, terbentuk pula Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) yang diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Faktor yang melatarbelakangi penyelenggaraan PON, yaitu karena Indonesia gagal untuk bisa tampil mengikuti Olimpiade London 1948 yang sebelumnya telah diajukan oleh PORI melalui perantara KORI. Alasan dari kegagalan tersebut, antara lain karena situasi politik dalam negeri yang tidak memungkinkan Indonesia untuk mengirim delegasi.

International Olympic Committee (IOC) menilai Indonesia tidak memenuhi persyaratan karena belum menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi induk olahraga di Indonesia belum tergabung dalam federasi internasional.

Selain itu, muncul alasan Inggris yang tidak menerima paspor Indonesia dan hanya menerima atlet Indonesia dengan paspor Belanda. Alasan ini didasarkan pada sedikitnya negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat itu.

Tak ingin mematahkan semangat para atlet, kemudian PORI mengadakan konferensi darurat di Solo pada 2-3 Mei 1948 dan menyepakati diadakannya Pekan Olahraga Nasional (PON). Saat itu, Belanda masih menguasai beberapa daerah di Indonesia, namun pemerintah pusat (Yogyakarta) berani menggelontarkan anggaran sebesar Rp 1.500 untuk menyelenggarakan PON I/1948.

Dalam perhelatan PON perdana diikuti oleh 600 atlet dari 13 kota keresidenan, yaitu Banyumas, Bojonegoro, Jakarta, Yogyakarta, Kediri, Madiun, Magelang, Malang, Pati, Priangan, Semarang, Surabaya, dan Solo. Untuk memperebutkan 108 medali atlet harus berpartisipasi pada 9 cabang olahraga, diantaranya sepakbola, atletik, renang, bulu tangkis, basket, bola keranjang, tenis, panahan, dan pencak silat.

Pada pembukaan PON I/1948, Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta beserta jajaran menterinya turut hadir dan memberikan sambutan meriah dengan menyatakan kebanggaannya atas keikutsertaan para pahlawan dari daerah pendudukan. Selain itu, PON I/1948 juga kedatangan para anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIO), Panglima Besar Soedirman, termasuk para anggota Tiga Negara (KTN), dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

Selang 35 tahun kemudian, Hari Olahraga Nasional (Haornas) resmi ditetapkan oleh Presiden Soeharto. Peresmian ini dilakukan di purnapugar Stadion Sriwedari, Solo pada tanggal 9 September 1983. Setelah itu, pada tanggal 7 September 1985, penetapan Haornas tercatat dalam Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1985. Dalam Keppres tersebut tertulis bahwa penetapan Hari Olahraga Nasional (Haornas) berhubungan dengan peningkatan, pembinaan, dan perkembangan olahraga secara berlanjut.

Adapun akhir dari pidato kenegaraan Presiden Soeharto pada 15 Agustus 1981, di depan sidang DPR yang mengajak peserta Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) untuk mengibarkan panji-panji olahraga nasional dengan semboyan “Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga!”

PON pernah sekali gagal diselenggarakan karena adanya peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G 30 S PKI). Tetapi, penyelenggaraan dari PON perdana telah dianggap sebagai tonggak sejarah persatuan dan perkembangan olahraga nasional, serta semangat dari penetapan Haornas yang menunjukkan bahwa olahraga merupakan kekuatan yang dapat membangun watak para pemuda-pemudi bangsa Indonesia.


Referensi:

https://www.tagar.id/sejarah-awal-penyelenggaraan-pekan-olahraga-nasional-pon

https://asiangames.antaranews.com/infografis/737444/sejarah-kemerdekaan-pon-pertama-di-surakarta

Share:

Paralympic: Ajang Olahraga Khusus Disabilitas

Paralympic adalah ajang pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet penyandang disabilitas fisik, mental, dan sensoral. Dalam ajang olahraga paralympic, ada banyak nomor perlombaan yang bisa diikuti. Cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang Paralympic sedikit berbeda dengen ajang olimpiade. Beberapa cabor pun dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan atlet yang mengikutinya. Paralympic sudah digelar sejak 1960 silam.

Kata “Paralympic” merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu “para” yang berarti di samping, lalu ditambahkan kata Olimpiade. Hal tersebut menunjukkan, bahwa Paralympic merupakan permainan paralel untuk ajang Olimpiade, sehingga terlihat kedua gerakan acara tersebut saling berdampingan.

Sejarah Paralympic

Kompetisi olahraga ini populer setelah Perang Dunia II. Kompetisi tersebut bertujuan untuk membantu para veteran perang serta warga sipil yang terluka semasa perang. Atas imbauan pemerintah Inggris, Dr. Ludwig Guttmann membuka pusat cedera tulang belakang pada 1944 di Rumah Sakit Stoke Mandeville di Inggris.  

Pada saat itu, olahraga yang digunakan sebagai rehabilitasi berkembang menjadi rekreasi, kemudian akhirnya menjadi sebuah kompetisi. Lalu, pada hari Upacara Pembukaan Olimpiade London pada 29 Juli 1948, Dr. Guttmann pertama kalinya menyelenggarakan kompetisi untuk para atlet yang menggunakan kursi roda. Ia menyebutnya sebagai Stoke Mandeville Games. Pada saat itulah, tonggak sejarah Paralimpiade dimulai.

Paralympic musim dingin pertama dalam sejarah diadakan pada 1976 di Swedia. Paralimpiade yang dilaksanakan pada musim dingin ini sama halnya dengan yang dilakukan saat musim panas, termasuk upacara pembukaan dan penutupan Paralimpiade. Selain itu, pada 1960 dengan pengawasan Federasi mantan tentara, sebuah kelompok kerja internasional untuk olahraga penyandang disabilitas dibentuk. Hal tersebut bertujuan untuk mempelajari masalah olahraga bagi para penyandang disabilitas.

Berdasarkan hal tersebut, Organisasi Olahraga Internasional untuk Penyandang Disabilitas, yaitu International Sport Organisation for the Disabled (ISOD) pada 1964 menawarkan kesempatan kepada para atlet yang tidak dapat berafiliasi dengan Internasional Stoke Mandevile Games. Para atlet tersebut adalah orang-orang dengan gangguan penglihatan, diamputasi, atau mengalami kelumpuhan dan kelumpuhan otak.

16 negara yang berafiliasi dengan ISOD pada awalnya mendorong untuk memasukkan atlet buta dan amputasi ke dalam Paralimpiade pada 1976 di Toronto, serta atlet dengan cerebral palsy di Arnhem pada 1980. Kemudian, pada 1982 dibentuklah organisasi internasional bernama "International Co-coordinating Committee Sports for the Disabled in the World" (ICC). Hingga pada 22 September 1989, akhirnya Komite Paralympic Internasional didirikan sebagai sebuah organisasi nirlaba internasional di Dusseldorf, Jerman. Tugasnya adalah bertindak sebagai badan pengatur global gerakan Paralympic.

Jadi, paralympic adalah ajang olahraga yang diselenggarakan bagi para penyandang disabilitas. Dengan begitu, setiap orang memiliki hak untuk menunjukkan kemampuan dan bakatnya di bidang olahraga.


Referensi:
Share:

Senin, 11 September 2023

Olimpiade: Event Olahraga Terbesar Dunia

Logo Olimpiade

Sejarah Olimpiade

Melansir laman resmi IOC, pertandingan Olimpiade kuno berasal dari festival untuk menghormati Dewa Zeus yang dilaksanakan di Olympia, Yunani, sekitar tahun 776 SM. Festival tersebut diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan diikuti oleh beberapa negara kota serta kerajaan Yunani kuno. 

Dalam festival itu, dipertandingkan berbagai jenis olahraga meliputi atletik, gulat, dan tinju. Berbagai jenis olahraga itulah yang menjadi cikal bakal Olimpiade modern yang digelar hingga saat ini. Kata "Olimpiade" pun berasal dari Olympia yang merupakan tempat penyelenggaraan festival tersebut.

Olimpiade Modern

Olimpiade pada era modern pertama kali dilaksanakan pada 6 April 1896 di Athena, Yunani. Melansir KOMPAS.com Global, pesta olahraga itu digelar lagi 1.500 tahun setelah dilarang pada era Kaisar Romawi Theodosius I. Olimpiade modern pertama yang digelar di Athena dibuka oleh Raja George I dan diikuti oleh 280 atlet yang berasal dari 13 negara.

Keberhasilan pelaksanaan Olimpiade 1896 di Athena tak lepas dari jasa Pierre de Coubertin, seorang bangsawan Perancis. De Coubertin yang juga merupakan pendiri IOC berpendapat bahwa acara olahraga yang terorganisasi bisa meningkatkan moral sekaligus sosial. Uniknya, pada Olimpiade pertama, seluruh atletnya adalah laki-laki. Adapun, cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 43 cabang meliputi atletik, renang, senam, sepeda, gulat, anggar, menembak, hingga tenis. Atlet perempuan baru ambil bagian pada Olimpiade Paris 1990. Pada saat itu, terdapat 22 atlet perempuan yang mengikuti cabang olahraga tenis, berlayar, kroket, berkuda, dan golf. 

Sejak pertama kali digelar pada 1896, Olimpiade Musim Panas selalu dilaksanakan empat tahunan. Namun, ada beberapa edisi yang dibatalkan karena adanya Perang Dunia. Olimpiade tahun 1916 yang seharsunya dilaksanakan di Berlin dibatalkan karena Perang Dunia I. Sementara itu, Olimpiade 1940 dan 1944 juga dibatalkan karena Perang Dunia II.

Logo Olimpiade

Gagasan logo Olimpiade ini diawali di tahun 1984, di mana dua orang aristokrat asal Perancis bernama Pierra de Fredy dan Baron de Coubertin, mengadakan sebuah konvensi di Perancis yang bertujuan untuk menghidupkan kembali gelaran Olimpiade. Konvensi tersebut menghasilkan sebuah persetujuan akan diadakannya Olimpiade modern dan perencanaan diselenggarakannya Olimpiade 1896 di Athena oleh Komite Olimpiade Internasional.

Namun baru setelah di tahun 1912-lah logo Olimpiade yang kita kenal sekarang muncul. Hal ini didasari oleh terselenggaranya Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia, yang diikuti oleh berbagai negara dari 5 benua di dunia. Akhirnya, Coubertin menulis sebuah surat ke koleganya, yang berisi desain logo berbentuk cincin yang saling bertautan, yang digambar serta diwarnai secara manual menggunakan tangan. Coubertin menggunakan logo tersebut untuk emblem perayaan ulang tahun ke 20 Komite Olimpiade Internasional di 1914. Setahun kemudian, logo Olimpiade secara resmi berubah menjadi yang seperti sekarang.

Logo ini sebenarnya akan digunakan di Olimpiade Musim Panas tahun 1916 yang diselenggarakan di Berlin, Jerman. Namun karena dunia sedang dilanda Perang Dunia II, perhelatan ini dibatalkan. Akhirnya logo ini mendapatkan debutnya di Olimpiade Antwerp, Belgia pada tahun 1920.

Menurut Coubertin, desain tersebut memiliki makna tertentu. Di tahun 1931, ia menjelaskan bahwa simbol 5 cincin dengan 5 warna berbeda dan berlatar belakang warna putih, merepresentasikan 5 benua di dunia yang disatukan oleh sebuah perhelatan olahraga. Coubertin sendiri menggunakan diksi 'benua' tanpa menyebutkan benua tertentu, ataupun warna lingkaran tertentu merepresentasikan sebuah benua tertentu.


Share:

Asian Games: Event Olahraga 4 Tahunan Asia

Asian Games pada mulanya merupakan pagelaran olahraga di wilayah Asia Kecil. Saat itu kejuaraan tersebut bernama Far Eastern Championship Games dan ditujukan sebagai lambang kesatuan dan kerja sama antara tiga negara, yakni Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina dan Republik Tiongkok.

Far Eastern Championship Games pertama kali diselenggarakan di Manila, Filipina, pada 1913. Lalu, beberapa negara Asia lainnya ikut berpastisipasi setelah edisi perdana tersebut digelar. Akan tetapi, pada 1938 Far Eastern Championship Games dihentikan penyelenggaraannya. Pasalnya, saat itu Jepang menyerbu Tiongkok dan aneksasi terhadap Filipina yang menjadi pemicu meluasnya Perang Dunia II ke wilayah Pasifik.

Selepas Perang Dunia II, beberapa negara di Asia menyatakan merdeka dari jajahan negara lain. Negara-negara yang baru terbentuk itu pun ingin mengadakan sebuah kompetisi olahraga baru yang tidak menampilkan kekuasaan Asia dengan kekerasan, melainkan diperkuat dengan rasa saling pengertian.

Kemudian, pada Agustus 1948, yakni ketika Olimpiade London berlangsung, utusan India, Guru Dutt Sondhi memberi masukan kepada para pemimpin kontingen dari negara-negara Asia untuk membentuk kompetisi bernama Asian Games. Usulan tersebut pun disetujui dan mereka membuat Federasi Atletik Asia. Pada Februari 1949, Federasi Atletik Asia terbentuk dengan nama Federasi Asian Games (Asian Games Federation). Lalu, para anggota organisasi tersebut sepakat menghelat Asian Games untuk pertama kalinya di New Delhi, India, pada 1951. Dan mulai saat itu disepakati bahwa ajang multievent antar negara-negara Benua Kuning itu digelar setiap empat tahun sekali. 

Sayangnya, pada 1962, para anggota Federasi Asian Games terlibat konflik karena Taiwan dan Israel bergabung dan ikut berpartisipasi. Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah pun menentang keikutsertaan dua negara tersebut. Momen penting lainnya terjadi pada 1970 ketika Korea Selatan pernah membatalkan rencananya untuk menjadi ruan rumah Asian Games. Alasannya adalah karena mereka mendapat ancaman keamanan dari Korea Utara. 

Kemudian, pada 1973, Federasi Asian Games kembali mengalami perselisihan. Hal itu terjadi karena Amerika Serikat dan negara-negara lainnya mengakui keberadaan Republik Rakyat Tingkok, sementara negara-negara Arab menentang keikutsertaan Israel.

Empat tahun setelahnya, gantian Pakistan yang membatalkan niatnya untuk menjadi tuan rumah. Pasalnya, mereka sedang terlibat konflik dengan Bangladesh. Lalu, Thailand pun menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah dan Asian Games edisi tahun tersebut pun akhirnya digelar di Bangkok. 

Usai Asian Games rutin digelar dalam beberapa tahun, Komite Olimpiade negara-negara Asia membuat keputusan untuk merevisi konstitusi Federasi Asian Games. Lalu, sebuah asosiasi baru yang dinamai Dewan Olimpiade Asia alias OIympic Council of Asia (OCA) pun dibentuk pada 1982. 

Saat itu, India sudah ditunjuk sebagai tuan rumah dan OCA pun memutuskan untuk tidak merubah hal itu. Setelah itu, OCA resmi mengawasi penyelenggaraan Asian Games mulai edisi 1986 di Korea Selatan. 

Kemudian, pada 1994, OCA mengakui negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Turkmenistan dan Tajikistan. Semua negara tersebut pun selalu ikut berpartisipasi di setiap edisi Asian Games sampai saat ini karena negara-negara peserta Asian Games adalah seluruh negara Asia yang terdaftar dalam naungan OCA. 

Untuk edisi 2022 ini, Asian Games yang sedianya digelar di Hangzhou, China, pada 10-25 September mendatang ditunda sampai tahun depan. Sebab terjadi kenaikan angka Covid-19 di Negeri Tirai Bambu pada Mei ini. 

Sebagai tambahan, Indonesia merupakan tuan rumah dari edisi terakhir Asian Games yang dihelat pada 2018 lalu. Saat itu, Jakarta dan Palembang ditunjuk sebagai kota yang menggelar berbagai cabang olahraga dalam turnamen multievent terbesar antar negara-negara Asia tersebut. 


Referensi:

https://www.inews.id/sport/all-sport/sejarah-asian-games-multievent-terbesar-asia-yang-sempat-diganggu-perang/3

Share:

Sejarah SEA Games: Pesta Olahraga Asia Tenggara

Logo SEA Games

Pesta Olahraga Asia Tenggara (bahasa Inggris: Southeast Asian Games) atau biasa disingkat SEA Games adalah ajang multi-olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di SEA Games berada di bawah naungan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (bahasa Inggris: Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Sejarah

Asal-usul SEA Games berhubungan erat dengan Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara (Southeast Asian Peninsular Games) atau disingkat SEAP Games. SEAP Games dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Bertujuan untuk mengeratkan kerja sama, pemahaman, dan hubungan antar negara di kawasan semenanjung Asia Tenggara.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok dari 12 sampai 17 Desember 1959, diikuti oleh lebih dari 527 atlet dan panitia dari Thailand, Burma (Myanmar), Malaysia, Vietnam Selatan, Laos, dan Singapura yang berlaga dalam 12 cabang olahraga.

Thailand, Burma (Myanmar), Vietnam Selatan, Malaysia, Laos, dan Kamboja (dengan Singapura dimasukkan kemudian) adalah negara pelopor. Mereka setuju untuk mengadakan ajang ini dua tahun sekali. Selain itu dibentuk juga Komite Federasi SEAP Games.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok dari 12 sampai 17 Desember 1959, diikuti oleh lebih dari 527 atlet dan panitia dari Thailand, Burma (Myanmar), Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura yang berlaga dalam 12 cabang olahraga.

Pada SEAP Games VIII tahun 1975, Federasi SEAP mempertimbangkan masuknya Filipina dan Indonesia. Kedua negara ini masuk secara resmi pada 1977, dan pada tahun yang sama Federasi SEAP berganti nama menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF), dan ajang ini menjadi SEA Games. Brunei dimasukkan pada Pesta Olahraga Asia Tenggara X di Jakarta dan Timor Leste pada Pesta Olahraga Asia Tenggara XXII di Hanoi.

Logo

Logo Pesta Olahraga Asia Tenggara mulai diperkenalkan pada edisi 1959 di Bangkok, menggambarkan enam cincin yang mewakili enam anggota pendiri dan digunakan hingga edisi 1997 di Jakarta. Jumlah cincin meningkat menjadi 10 selama edisi 1999 di Bandar Seri Begawan untuk mencerminkan dimasukkannya Singapura yang dimasukkan ke Federasi Olahraga Asia Tenggara pada tahun 1961 dan Brunei, Indonesia, dan Filipina yang bergabung dengan organisasi pada tahun 1977. Jumlah cincin itu ditambahkan lagi menjadi 11 selama pertandingan 2011 di Indonesia untuk mencerminkan anggota terbaru yang bergabung dengan federasi, Timor Timur yang diterima pada tahun 2003.

Cabang Olahraga

Menurut Piagam dan Aturan SEAGF, negara tuan rumah harus menggelar minimal 22 olahraga: dua olahraga wajib dari Kategori 1 (atletik dan olahraga air), di samping minimal 14 olahraga dari Kategori 2, dan maksimum 8 olahraga dari Kategori 3 (abu-abu dinaungi pada tabel di bawah). Setiap olahraga tidak boleh menawarkan lebih dari 5% dari total penghitungan medali, kecuali untuk atletik, olahraga air, dan menembak. Untuk setiap olahraga dan acara yang akan dimasukkan, minimal empat negara harus berpartisipasi di dalamnya. Olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade dan Asian Games harus mendapat prioritas.


Referensi

https://profilbaru.com/Pesta_Olahraga_Asia_Tenggara

Share:

Tokoh Penemu Cabang Olahraga

Seorang penemu adalah orang yang menciptakan penemuan baru, biasanya alat teknik seperti alat atau metode mekanis, elektronik, atau peranti lunak. Meskipun penemu bisa juga seorang ilmuwan, tetapi biasanya penemu menemukan sesuatu berdasarkan berbagai pengetahuan dari ilmuwan lainnya, bereksperimen dengan penerapan praktis dan kombinasi berbagai pengetahuan tersebut, serta dengan mengembangkan dan mengombinasi alat-alat yang ada, untuk menciptakan alat baru yang bermanfaat.

Sistem paten ditetapkan untuk menyemangati para penemu, dengan cara memberikan monopoli dalam waktu terbatas untuk penemuan yang dinilai cukup baru. Belakangan ini dipandang bahwa sistem ini sering disalahgunakan, terutama di AS, dan sebagian orang menuntut adanya perombakan, atau bahkan penghapusan sistem paten. Di AS, hak paten berasal dari Konstitusi, jadi penemu akan terus melindungi penemuannya dengan cara tersebut untuk waktu yang lama.

Bola Besar

  • Bola Basket - Yang menemukan : James Naismith, Amerika Serikat, 15 Desember 1891
  • Bola Voli - Yang menemukan : William G. Morgan, Amerika Serikat, 9 Februari 1895
  • Sepak Bola - Yang menemukan : Tidak diketahui, 
  • Bola Tangan - Yang menemukan : Konrad Korc dan Max Haizer, Jerman,1890
  • Boling (Bowling) - Yang menemukan : Tidak diketahui, 
  • Futsal - Yang menemukan : Juan Carlos Ceriani, Uruguay, 1930
  • Sepak Takraw - Yang menemukan : En Hamid Bin Mydin, Malaysia, 1940
  • Voli Pantai - Yang menemukan : Tidak diketahui, 
  • Rugbi (Rugby) - Yang menemukan : Williams Webb Ellis, Inggris, 1823

Bola Kecil

  • Bilyard - Penemu : Tidak diketahui, 
  • Bisbol (Bisball) - Penemu : Abner Doubleday, Amerika Serikat, tahun1839
  • Bulu Tangis - Penemu : Tidak diketahui, 
  • Golf - Penemu : Orang Mongolia, akhir abad pertengahan.
  • Hoki - Penemu : Persia dan Mesir kuno
  • Kasti - Penemu : Inggris , tahun 1744
  • Sofbol (Softball) - Penemu : George Hancock, Amerika Serikat, tahun 1887
  • Tenis Lapangan - Penemu : Tidak diketahui, 
  • Tenis Meja - Penemu : Inggris sekitar abad ke-19 

Renang:

  • Gaya Bebas - Yang menemukan : John Arthur Trudgen, Inggris, 1873 dan Richmond (Dick) Cavill, Australia 
  • Gaya Dada / Kaya Katak - Yang menemukan : Mesdir, Assyria, dan Babilonia.
  • Gaya Pungung - Yang menemukan : Tidak diketahui 
  • Gaya Kupu-Kupu - Yang menemukan : David Armbruster, Amerika Serikat, 1934

Atletik:

Lari: 

  • Lari Halang Rintang,  - Ditemukan oleh : 
  • Lari Gawang,  - Ditemukan oleh : 
  • Lari Estafet,  - Ditemukan oleh : 

Lempar: 

  • Lempar Lembing,  - Ditemukan oleh : Tidak diketahui, 
  • Tolak Peluru,  - Ditemukan oleh : Inggris 
  • Lempar Cakram - Ditemukan oleh : Yunani

Lompat: 

  • Lompat Jangkit,  - Yang menemukan : Yunani Kuno 
  • Lompat Galah,  - Yang menemukan : Benua Eropa, wilayah Friesland, Belanda. 
  • Lompat Jauh,  - Yang menemukan : Yunani Kuno, tahun 708. 
  • Lompat Tinggi Gaya Fosbury Flop, ditemukan oleh Dick Fosbury, Amerika, 1968.
  • Lompat Tinggi Gaya Guling (Straddle), ditemukan oleh Jim Stewart, (Amerika), 1930
  • Lompat Tinggi Gaya Guling Sisi (western roll), ditemukan oleh G. Horin (Amerika), 1912.
  • Lompat Tinggi Gaya Gunting (scissors)), ditemukan oleh Sweney

Share:
Copyright © Perpustakaan Wijaya Bhakti | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com